Sabtu, 10 Oktober 2026, segenap pimpinan, hakim, serta seluruh pegawai Pengadilan Negeri Denpasar melaksanakan upacara Piodalan dengan khusyuk dan penuh khidmat di Padmasana Pengadilan Negeri Denpasar.
Upacara Piodalan ini merupakan wujud syukur, yadnya, dan sradha bhakti kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa (Tuhan Yang Maha Esa) atas segala anugerah, tuntunan, dan kelancaran dalam menjalankan tugas penegakan hukum dan keadilan bagi masyarakat.
Rangkaian upacara piodalan kali ini turut dimeriahkan dan disempurnakan dengan pementasan Tari Topeng Sidakarya, sebuah tarian sakral yang sarat makna sebagai simbol pembersihan, penolak bala, serta permohonan agar seluruh prosesi upacara berjalan dengan 'sidakarya' (selesai dengan baik, aman, dan membawa berkah). Tampak dalam foto, penari Topeng Sidakarya tengah menebarkan beras kuning dan uang koin (sekar ura) sebagai lambang kemakmuran dan kerahayuan bagi kita semua.
Melalui momentum suci ini, semoga seluruh keluarga besar Pengadilan Negeri Denpasar senantiasa diberikan kekuatan, keteguhan iman, kebijaksanaan, dan perlindungan dalam mengemban amanah serta melayani masyarakat dengan berlandaskan keadilan.
Rahajeng Rahina Piodalan. Semoga kedamaian, keharmonisan, dan kerahayuan senantiasa menyertai kita semua.

